Selasa, 15 April 2014

Buku-Buku-Buku-Buku

Alhamdulillah.... 2 bulan ini berturut-turut buku-buku baru berdatangan :D dan yeeeaaaayyyy waiting list semakin bertambaaaaahhhh *gulingguling* >_<


Buku hadiah wisuda dari temen satu organisasi (mantan Ketua JS UGM 33H), yang kiri oke, tapi yg kanan bukan genre ane bingit inih >_< #Alhamdulillah


Kalo yang ini beli sendiri, nitip ke Ustadz Fauzil Adhim, lumayan dapet diskon 40% wkwkwkkw ! Ini karena kebutuhan, karena adab itu hal yang penting untuk mencetak pribadi muslim yang teladan #tsaaahh


Ini buku kebanyakan hasil di kasih, kecuali yang tebel-tebel >_< :D

Yang ini hadiah milad dari sodari-sodari cantik Jems, Ayu, Novi, dan Dini :) Semoga ilmu dari buku itu bisa diamalkan dengan baik. aamiin!



140414

140414, tanggal yang cantik bukan ? J Biasanya tanggal-tanggal cantik selalu dipakai orang-orang untuk mengadakan momen-momen penting. Seperti artis-artis yang suka bermunculan di tipi, mereka selalu menjadikan tanggal cantik sebagai perayaan penting dalam hidupnya, hehehe. Yaa… sebenarnya tahun lalu aku pun sama dengan mereka (cuman yang beda sayangnya aku bukan artis #ppfftt). Tanggal cantik ini --> 140414 aku rancang dan targetkan untuk suatu hal besar dalam hidupku. Tapi memang, nggak semua yang kita inginkan dan ikhtiarkan sesuai tepat dengan hasil dan ketentuan Sang Maha Mengatur Takdir. Mungkin Dia belum mengizinkan atau memang belum jatuh tempo. Tapi nggak apa-apa J masih ada waktu untuk terus berikhtiar dan nggak lelah untuk terus berbenah. Semoga target dan harapan itu hadir di waktu yang paling tepat dan terbaik sesuai kehendak-Nya.


Oke, bye 140414 J ~~

Senin, 24 Maret 2014

Marah

Hmmm… udah berapa lama nih blog nggak diurus *tiup-tiup debu*

Marah.

Pasti semua orang pernah merasakan marah. Dengan berbagai alasan, berbagai sebab, dan berbagai kondisi, marah itu selalu ada dan selalu muncul. Marah selalu menjadi akibat dari apa yang membuat hati kita tidak nyaman, tidak senang, dan yang pasti tidak sabar. Iya atau iya ?? Lalu, apa yang biasa kamu lakukan setiap kali marah itu datang ? Banting hape ? *duh eman* Banting gelas piring sendok alat-alat dapur ? *besok makan pake apa cing??* Atau buang semua alat make up yang tertata di meja seperti di sinetron-sinetron itu ? *korban sinetron #sigh*

Banyak ekspresi yang bisa diungkapkan ketika si marah ini tiba-tiba mengumpat dalam dada. Tapi aku, setiap kali marah itu datang, cenderung ambil gembok dan kunci mulut rapat-rapat, hahaha alay! Aku selalu memilih untuk diam dengan muka lipat lima atau enam *sempet ngitung ?? :-O * Muka nggak ngenakin sih emang kalau dilihat, tapi itu cara satu-satunya daripada aku mendzolimi banyak pihak dan menyakiti hati banyak orang. Dan seringnya, ketika ada orang yang mempertanyakan atau rawan membuat marah makin menjadi-jadi, selalu aku sampaikan, “Maap cuy, mood gue lagi anjlok, lagi pengin diem, mohon pengertian ya, daripada entar lo sakit hati.” Mereka pun mengerti dan memahami. Biarlah marah ini kunikmati sendiri... syalalala~

Katanya sih, kalau marah itu dipendam sendiri tanpa diluapkan akan berdampak pada kesehatan jantung. Hmmmm… entahlah, masa bodoh dengan opini itu. Tapi aku punya cara sendiri untuk mengatasi rasa marah itu. Diam buatku lebih baik, lakukan praktek pernafasan dengan baik (ambil nafas dalam-dalam, hembuskan perlahan) karena justru aktivitas ini secara klinis teruji memberikan rasa rileks, lalu istighfar sebanyak mungkin. Yaaa…. Walaupun setelah melakukan kiat-kiat tersebut muka masih kelipat-lipat seperti cucian kering yang habis disetrika dan mulut masih tergembok rapat, tapi setidaknya lebih menguntungkan diri karena nggak memakan banyak korban. Korban sakit hati. *ngelap ingus*

Setidaknya (lagi), itu adalah salah satu cara untuk belajar sabar, karena sabar itu nggak ada batasnya kan ?? Marah… marah… kadang kamu itu emang merepotkan banyak orang, hhhh…
Tapi karena kamu juga tingkat akhlak manusia itu diujikan biar bisa naik tingkat. Karena kamu juga, orang belajar menjadi bijak dan lemah lembut.

Well, buat kalian yang mungkin sempet baca tulisan abal-abal ini, silahkan cari cara sendiri untuk mengatasi rasa marah tanpa menyakiti banyak pihak di sekitar kalian. Yang paling penting sih sebenernya dengan banyak-banyak istighfar, karena kita serasa diingatkan kalau kita luapkan marah itu dengan semena-mena, maka justru kita yang punya dosa atau ikutan dosa. Oke, selamat menikmati rasa marahmu dengan bijak. J

*maap cuy, mood gue lagi anjlok, jadi gue nulis ginian, daripada ntar lo sakit hati, gue diem dulu deh ya*
Astaghfirullahal’adziim…


Senin, 03 Maret 2014

Catatan Lalalala : Training dan Manusia :)))

Alhamdulillahi’ala kulli hal…

            Nikmat Allah yang bahkan tak cukup hanya dituturkan lewat kata syukur. Tak hanya nikmat nafas, tubuh yang sehat, dan nikmat kecukupan, tetapi juga nikmat aktivitas yang membuat diri banyak mengambil banyak pelajaran. Allah perkenankan aku untuk “masih” berada di lingkaran ini, lingkar impian yang entah sampai kapan aku mampu mempertahankannya. Dua hari ini membersamai siswa-siswa SMA yang tengah bersiap menghadapi ujian april nanti, aku merasakan nikmat yang ya… sebenarnya beberapa kali aku rasakan ketika melakukan aktivitas ini. Hanya saja tak sempat aku tuliskan sebelumnya, maka saat ini aku ingin menuliskannya. J

            Nikmat itu adalah nikmat kelegaan batin. Berinteraksi dengan ratusan manusia yang berbeda karakter membuat aku senantiasa berucap “Subhanallah… Allah yang menciptakan mereka ini.” Ini lah alasanku sangat menyukai aktivitas training, bertemu banyak orang, berinteraksi dengan mereka, dan mengamati karakter mereka (ini terlepas dari ketika menjadi observer ya :p ). Berinteraksi dengan banyak jenis manusia membuatku semakin banyak mengambil pelajaran. Itu lah nikmatnya, yang membuat batin ini menjadi lapang, nyaman, tentram, dan legaaaa. Karena, di setiap aktivitasnya selalu saja ada hal yang membuat diri mengingat IA yang Maha Menciptakan.

            Dan selama berada dalam aktivitas ini, job yang memiliki takaran “suka” paling banyak adalah ketika menjadi Observer, hehehe. Why ? karena aku bisa menulis setiap materi yang disampaikan, setiap nasehat yang menggerakkan pendengar (yang kemudian diam-diam aku catat di buku kecilku :p ), dan yang sudah pasti adalah mengamati peserta di setiap prosesnya. Ketika mereka memperkenalkan diri, menyampaikan tujuannya hadir dalam training, ketika maju ke depan menyampaikan pendapatnya, ketika sibuk menulis sesuatu di lembaran kertasnya,  terlebih lagi ketika mereka berbagi mimpi-mimpi yang tengah mereka ukir. Tak terkecuali juga, ketika mereka asik mengobrol dengan kawan sebelahnya, ketika diam-diam asik memainkan gadgetnya, ketika entah karena apa bergiliran mereka ijin ke toilet, ketika dengan nikmat mereka ketiduran, ketika seolah mereka punya dunia sendiri dengan barang-barang disekitarnya, dan yaa.. ketika tiba-tiba mereka sulit untuk dikondisikan karena aktivitas yang mengharuskan mereka bergerak ke sana ke mari.

            Well, itu sisi lain dari proses training yang aku amati dan pelajari, walau kadang hal yang kemudian cukup membuat “mau nggak mau” adalah membuat laporannya, hahahahaha! Padahal kalau laporan nggak sesuai deadline, sama saja itu dzolim pada pihak sekolah, karena itu adalah bentuk feedback yang selalu kami berikan kepada sekolah sebagai rekomendasi memperbaiki proses belajar sekolah maupun siswa-siswanya.

            Nah, dua hari membersamai sekolah yang berbeda membuatku senang bukan kepalang. Terutama ketika mereka diminta menyampaikan cita-cita mereka ketika berada di usia 40 tahun nanti. Macem-macem bentuk impian mereka, mendirikan pondok pesantren, jadi pengusaha, mendirikan sekolah gratis, keliling dunia, menjadi hafidz/ah, menjadi menteri, dan yang cukup membuat terperangah adalah ketika salah satu peserta menyampaikan impiannya untuk bisa membobol kode-kode rahasia Amerika Serikat dan mengahancurkan kebengisan mereka, hahahahaha. Ups ! Nggak boleh diketawain broh, hati-hati… jangan tertawakan impian orang, suatu saat mereka akan buktikan lho! Yowis, ditambah ketawanya “Hahahahahaaa KEREEENN semangat brooohh!!” :)))))))

            Ya memang mimpi-mimpi yang mereka sampaikan ada yang duniawiiiii banget.. ada yang akhirat bangeeeetttt. Yang duniawi banget semoga diluruskan niatnya yaa J, yang akhirat banget semoga dikuatkan langkahnya yaa J. Ya, intinya… aku senang berinteraksi dengan berbagai jenis orang dan aku senang menjadi satu dari sekian banyak orang yang mendengar impian-impian mereka, sembari berucap sederet kata doa untuk ikhtiar mereka mencapai impian. Toh, pada akhirnya hal itu juga yang lagi-lagi akan mengingatkan diri untuk senantiasa berdzikir pada-Nya. Allah Yang Maha Memiliki Kuasa. J Kalau ngendikane Ustadz Syatori, “setiap alam, peristiwa/kejadian, dan juga amal adalah sarana kita untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.” Aahhhh…. Legaaaaaa…. dan itulah nikmat yang terasa, ahahahay!

*wadzkurullaha dzikran katsiiran. Maka hati akan terasa tenang dan tentram…J
           

            

Sabtu, 01 Maret 2014

......

tidak semua pertanyaan butuh jawaban. seperti hal nya tak semua hal butuh penjelasan. terkadang ia hanya butuh waktu untuk menguap, entah dengan lupa atau mengubah cara pandang. Dan pada akhirnya menjadi masa lalu yang patut untuk disyukuri atau justru ditertawakan. (di syukuri aja lah yaaa.. ada hikmahnya kok :D )

*maka terkadang "diam" di satu kondisi tertentu itu lebih baik :)))
*lebih baik diam daripada mengumbar ketidakbermanfaatan :)

Jumat, 28 Februari 2014

Bus Kedua

Seperti peristiwa ketinggalan bus, sesuatu yang sedang kita tunggu berikutnya seringkali adalah sesuatu yang sudah kita lewatkan. Sementara waktu tak mungkin berjalan mundur, menunggu “kesempatan kedua” kadang-kadang seperti sebuah usaha untuk menerjemahkan kata “selamanya” menjadi satuan waktu yang bisa dihitung dan diperkirakan. Kita boleh berharap bisa melakukannya, tetapi kenyataan seringkali bahkan selalu tak seindah yang kita bayangkan.

Kemana kita sebenarnya akan pergi dengan bus kedua itu?
“Barangkali ke terminal berikutnya: Kedewasaan.”,”tempat dimana kita akan menyadari dan membuat kita mengerti bahwa sesuatu yang paling kita tunggu dan inginkan sebenarnya adalah hal-hal kecil yang sedang kita dekap tetapi sering kita sepelekan di keseharian. Tempat di mana kita tak memberi ruang pada penyesalan-penyesalan tetapi mencari peluang-peluang untuk sejumlah kerja perbaikan.”

Apakah kita benar-benar sudah ketinggalan bus ?

“Ya, tetapi aku akan tetap menunggu.” J

*kutipan tulisan Fahd Djibran

Rabu, 26 Februari 2014

#AkuRapopo 1

            Aku tak tahu apa yang sebenarnya di skenariokan oleh-Mu atas diriku. Yang aku tahu, aku tengah berusaha maju tanpa harus membalikkan badanku. Untuk tidak mengingat segala yang seharusnya tak perlu kuingat, melupakan segala yang harus aku lupakan. Aku hanya tengah berupaya mempertahankan diri agar kemudian tak goyah sedikitpun hanya karena bertemu dengan apa yang tengah kuhindari. Atau apa mungkin salah jika aku harus menghindar? Tapi entah aku merasa usaha ini semakin diujikan kepadaku oleh-Mu. Mungkinkah ini skenario-Mu agar aku semakin berjuang ? berjuang untuk benar-benar ikhlas…

            Kalau memang begitu, Rabb… kumohon istiqomahkan aku. Bersihkan hatiku atas segala penyakit ini. Jangan biarkan aku semakin mengotori hati dan jiwaku. Rabb… Engkau Maha Tau, bahkan tak perlu kujelaskan pun Engkau Maha Tau apa yang tengah ku risaukan. Hina diri rasanya jika perjuangan itu pada akhirnya harus diputus-asakan. Bukankah Engkau tidak menyukai seorang muslim yang putus asa? Maka bantulah aku Rabb… dan aku pun tau Engkau selalu ada untuk membantuku. Apapun skenario yang Engkau berikan untukku, akan kuhadapi semampuku. Asal Engkau selalu dalam setiap perjuanganku, asal Engkau senantiasa berada untuk menguatkanku. Asal Engkau melalui kecintaanMu memahamkan aku, bahwa ini memang caraMu untuk membuatku lebih baik. Bahwa Engkau mencintaiku, menjadikanku pribadi yang senantiasa IKHLAS.

Maafkanlah manusia yang tengah mengeluh ini… Astaghfirullah.

19 Februari 2014 : “Sehebat apapun kau menjauh, menghindar, dan sembunyi, sehebat itu pula Allah akan mempertemukan dengan apa yang membuat kau menjauh, menghindar, dan sembunyi. #Istiqomahluarbiasa.”


26 Februari 2014 : yang aku baca “Tidak ada tempat satupun untuk dapat sembunyi. Yang ada hanyalah berusaha selalu menjadi orang baik.” (Allah selalu punya cara untuk mengingatkan)