Rabu, 09 Oktober 2013

Hati ~

إنّ الله إذا أراد قلبا لقلب قال له : كن فيكون
حتّى لو كانت المسافة أرضا و سماء فإتركوها علي مؤلف القلوب
Sesungguhnya bila Allah menghendaki hati bagi sebagian hati, maka Ia cukup berkata padanya: “Jadilah, maka jadilah.”
Betapapun hati itu berjauhan sejarak langit dan bumi, tinggalkan bagimu pada urusan sulit ini, serahkan pada Allah Maha Pelukis hati.

Senin, 07 Oktober 2013

Cinta ~



Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi Cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang sholeh dan cobaan bagi ahli ibadah.

- Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah -
dalam buku Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin

Rabu, 02 Oktober 2013

One Step Closer :)


Alhamdulillah… segala puji bagi Allah atas segala skenario terbaik yang IA takdirkan pada setiap hambanya.

Well, satu langkah lebih dekat menuju takdir yang lain.

Aku tidak tahu berapa nilai yang Allah berikan atas “proses” ku selama ini, namun aku yakin bahwa IA memiliki penilaian terbaik atas segala upaya ku menjemput takdir-takdirku.

Subhanallah, banyak hal yang bisa aku tarik hikmah dari setiap step yang aku jalani dan akhirnya mampu aku lalui. J

Aku menikmatinya. Ya, aku sungguh menikmati prosesnya. Jika ku review dari awal sebagai bentuk evaluasiku maka akan ku sampaikan pada Allah, “Rabb… pun akhirnya aku mencintai proses ini”. Ketika semua proses ku lalui, betapa aku merasakan tangan-tanganMU bekerja untukku atas segala ikhtiarku. Rabb, nikmat syukur yang mana lagi yang harus kudustakan ? Tak ada, sungguh, tak ada. Inilah nikmat dariMU, setiap proses yang kemudian memberikan makna penghambaan yang tinggi padaMU. Dan aku yakin bahwa semua takdir yang Kau rencanakan akan tiba di masanya masing-masing. Kuncinya hanya pada titik HUSNUDZON LILLAH yang dipenuhi atas rasa Sabar, Ikhlas dan Syukur kepadaMU. Maka semua akan menjadi mudah bagiMU melancarkan setiap ikhtiar hambaMU. Maka ini lah aku dengan prosesku. Dan proses ini pun menjadi cara untuk semakin mendekatkan diri padaMU. :’)

Bersabarlah, dan cintai prosesnya J

------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini special persembahan untuk,
Bapak dan Ibu, yang tak lelah mengkontrol perkembanganku. Supporter terbaik dalam hidup.

Umay yang besok jumat pendadaran , Barakallah say :*

Ulya yang pekan depan juga bakal pendadaran :*

Dhita yang sudah menjadi sponsor utama sidang hari ini dengan meminjamkan sepatu hitam dan kartu perpus nya :p

Mas Amir yang gag lelah memberi petuah-petuah terbaiknya dan terpanjangnya (hahaha…) untuk sukses “menaklukan diri sendiri” :D Jazakallah mas amiiiirrrrr dan dedek kecil J

The Best Gurunda I Ever Had, mbak yang cantik dan imuuutt.. cieeee akhirnya tiba gilirannya buat menjemput takdirnya nih yee. Barokallah :p

Lingkar Cinta Genk Kece.. salah satu skenario Allah yang terindah itu yaaa…. KETEMU KALIAN :*

My Kids, Intan, Ingar, Een… huaaa trimakasih sudah menjadi teman diskusi dan saling me-roleplay sebelum masing2 dari kita di”sidang” :D

Lysa, Aisyah, Etha, Khorei yang gag lelah mendukung dan mengingatkan utk memperhatikan kesehatan selama “berjuang”

Anak2 JMF yang sedari pagi memberondong sms “Umiiii sukses dan lancar yaa nanananina nya :D”, “Umii nisaa, semoga dimudahkan yaa nanananinanya :D, sayang banget sama umi.”, “Bun.. do the best and get the best ya :* “. *hhh… rasanya pengin nangis baca sms anak2 ini :’) I Love You So kids :*

Bella and abey Izzah, halooooo finally lhooohh :D makasih sudah menjadi teman berbagi muehehehe.

Buat taukhty kuuu… tilimikicii bukunyaaa… jadi logika nya kalo habis baca2 buku2 buat skripsi habis itu baca buku2 tentang “itu” ya ?? :p

Mbak Yessy yang menjadi teman seperjuangan menyelesaikan amanah ini J terimakasih atas supportnya selama ini, finally J.

Dan untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakanku, semoga doa-doa terbaik itu juga berbalik pada kalian J.

Terimakasih telah Engkau kirimkan mereka dalam setiap prosesku, Rabb.
*udah kayak lembar persembahan skripsi aja inih :p*



“Dan semoga kehendak Allah senantiasa berjalan selaras dengan kehendakku. Semoga yang menjadi kehendakku juga menjadi menjadi kehendak Allah.”

Kamis, 26 September 2013

Tentang Hikmah

Aku mengais-ngais hikmah yang masih tercecer dengan menuliskannya, karena ia adalah cara ampuh untuk selalu mengingatkan dan membagikan kepada mereka yang lain. Pun mewariskan kepada anak dan cucu bahwa “ini perjalananku, semoga kamu dapat belajar dari sini.”

Seperti para ulama, yang mewariskan sejarah, nasehat dan pelajaran bagi orang2 mukmin dengan menuliskannya. Itu adalah jihadnya.

#ManusiaYangMasihTerusBelajar

Jumat, 20 September 2013

Universitas Kehidupan #5 : Simpel, Jangan Bikin Rumit !

Kadang kesabaran orang lain atas kita dan atau yang terlihat oleh kita dari mereka justru menguatkan kesabaran untuk diri kita sendiri.

“yo sing sabar nduk, berdoa, wis maem durung ?” (sms dari ibu)

Beginilah seorang ibu menenangkan hati anaknya, simple tapi menguatkan. Sebenarnya aku cukup merasa dan sadar, dihatinya pun diliputi kegelisahan seperti anaknya ketika memberi kabar padanya. Namun itu lah sosok perannya, berusaha sabar agar anaknya juga merasakan kesabaran itu. Bahkan ia sempat menyelip perhatian yang kadang kita abaikan. Astaghfirullah.

Hmm… hidup di dunia itu sama halnya kita belajar di Universitas Kehidupan. Berbagai amalan yang kita perbuat pasti pasang surut seperti air di laut kita temui, naik gunung turun lembah juga kita lalui, jalan berbatu dan terhalang debu juga kita jalani. Macam-macam kondisi dan situasi semua orang akan merasakan, yang berbeda bagaimana kemudian ia menyikapinya. Kadang masalah yang tiba-tiba menghadang kita, kita anggap itu adalah masalah besar yang akan rumit untuk diselesaikan. Tapi kita sering terjebak, karena sebagian besar itu emosi tanpa pemikiran panjang dan kompromi. Terlalu gegabah sehingga membiarkan hati teracuni oleh berbagai prasangka yang kita buat-buat sendiri. Astaghfirullah.

Itulah, kadang kita hanya cukup terdiam atau mungkin mencari lahan untuk sekedar mengobrol dengan sahabat, lalu semua terasa ringan. Mengapa ? Bisa jadi dari sana kita menemui kekuatan. Dari obrolan ini dan itu, canda haha hihi, mendengar ceritanya, di sana terselip pelajaran dan nasehat yang menyadarkan kita bahwa “Helooo… ternyata masalah gue nggak serumit gitu amat kali!”, “Ohh… masalah gue sebenernya simpel, gue aja yang ribet.”. Atau memilih diam, merenung, mencoba berpikir dan kompromi dengan akal pikiran dan hati. Ya, mencoba rileks dan mengais-ngais hikmah yang masih bertebaran di muka bumi, termasuk apa yang terjadi di diri lo sendiri ! hohoho.

“Oh, mungkin ikhtiar gue emang masih belum maksimal.”

“Bisa jadi emang gue belum ikhlas kemarin-kemarin itu !”

“Ohh… Allah mungkin masih pengin liat keseriusan gue, makanya gue masih diuji kesabarannya.”

“Apa niat gue masih belum lurus ya kemarin ?”

“Astaghfirullah… gue masih belum banyak HUSNUDZON sama Allah.”

Cek lagi, cek lagi, cek lagi, EVALUASI!! Eiittss… tapi bukan common sense doank ngeceknya. Evaluasi diri itu yang kita lihat amalan-amalan sebelumnya. Ya seperti yang diatas ini, landasannya ikhtiarnya, ikhlasanya, dan niatnya. CEK LAGI ! Mau nangis karena “Astaghfirullah… kemarin gue emang ….. (isilah titik-titik disamping ini sendiri),” monggooooooo ! Air mata itu kelembutan hati kok, J

“Surga itu dikepung dengan perkara yang tidak menyenangkan.”
Dan orang-orang yang bersabar lagi penuh keikhlasan menempuh ketidak-menyenangkan itu yang kelak mendapatkannya.
*CMIIW*
~sms ibu cukup membuat terpantik untuk kembali evaluasi diri.

~ini juga hasil evaluasi, masih belajar juga, dan mengajak untuk #YukBelajarBarengbareng.


Selasa, 10 September 2013

Menjaga FitrahNYA ^^

Untuk memperlihatkan ketangguhan seorang perempuan itu tidak harus berjalan “kelaki-lakian” atau bangga ketika ada yang bilang tomboy, kecowok-cowokan, lalala yeyeye. Tapi dengan menjadi diri yang teguh pada prinsip, jasmani dan rohani kuat atas segala pahit manisnya menjalani hidup, menjadi pribadi yang selalu mengamalkan syukur, ikhlas, dan sabar, emnjadi diri yang bisa diandalkan karna kecerdasannya, itu adalah bentuk ketangguhan seorang perempuan.


Pun untuk memperlihatkan keanggunan seorang perempuan itu tidak harus berjalan melenggak-lenggok, ketika berbicara mendayu-dayu, bersolek berlebihan, lalala yeyeye. Tapi menunjukkan kelembutan dan kasih sayang pada sesame, menjaga sikap dan tutur kata, menjadi pribadi yang selalu syukur, ikhlas, dan sabar serta teguh pada prinsip adalah bentuk keanggunan seorang perempuan. J

Bersinarlah dengan fitrahmu …

Kamis, 05 September 2013

~Rantai Pengikat~


Ini tentang sebuah untaian rantai yang terikat. Tentang perjalanan persahabatan yang terikat karna kecintaan padaNYA. Dan di suatu masa rantai itu akan semakin terikat karna berbagai rasa yang membuatnya tersimpul erat.

Pernah kah kalian merasa kehilangan mereka ?
Pernah kah kalian merasa bahwa diri tak berarti bagi mereka ?
Wajar lah, itu sisi luapan rasa sayangmu padanya.

Ada masa dimana semua tertawa bahagia,
Bercengkerama tentang asa,
Berbagi tentang rasa,
Hingga menumpahkan tangis bersama.

Ada masa dimana amarah membuncah,
Bergelut dengan kesabaran dan emosi,
Menggelayut di antara rasa sayang dan benci.
Itu lah masa dimana persahabatan tengah menempuh perjalanannya.

Namun sadarkah, ketika tawa bahagia bersama adalah momen kita merajut kisah.
Dan ketika duka dan amarah hadir menghampiri, adalah momen kita menambal lubang yang mungkin belum terlengkapi.

Pernah suatu ketika merasa kecewa, karna hal yang tak kuasa kita terima, namun itu adalah perjalanan memahami.
Pernah suatu ketika diri menghilang meninggalkan mereka tanpa sebuah alasan, namun itu adalah perjalanan belajar menghadirkan penjelasan.
Karna di suatu masa kelak penjelasan itu terangkai memberikan alasan tentang hakikat memahami.
Memahami bahwa semua tak selalu sama seperti yang kita bayangkan dalam sebuah persahabatan.
Memahami bahwa ada kalanya perbedaan menampakkan dirinya untuk menguji seberapa hebatkah pengertian kita terhadapnya, seberapa kuatkah rantai itu terikat.

Pernahkah sejenak kalian meninggalkan mereka ?
Bahkan dalam diam menghilang ?
Itu lah masa dimana diri mencoba memahami mereka dan juga memahami diri sendiri.
Memahami akan sebuah penerimaan yang lapang atas semua bentuk perbedaan.

Namun diam bukan berarti tak peduli.
Bahkan bisa jadi itu adalah bentuk kepedulian,
Peduli untuk memberikan waktu saling memahami dan mengerti,
Peduli untuk memberikan ruang saling menerima,
Peduli untuk memberi rasa saling terikat satu sama lainnya.

Diam bukan berarti tak peduli.
Dalam diam bisa jadi kita mengendap-endap memperhatikannya,
Dalam diam bisa jadi kita meraba mencari kabar tentangnya,
Dalam diam bisa jadi kita menghimpit berbagai prasangka,
Dalam diam bisa jadi kita merajut rasa untuk kita satukan di suatu masa.

Kemudian ketika masa itu tiba,
Kita bertemu dalam haru, memeluk dalam bahagia
Akan perjalanan persahabatan yang menampakkan kekuatan ikatannya.
Akan sebuah pemahaman yang telah kita rajut dalam sebuah rantai.
Rantai pengikat yang akan semakin mempererat rangkaian kisah tawa dan amarah atas nama cinta, cinta kepadaNYA.

Bahwa ini adalah sebuah kewajaran, yang membentuk kedewasaan kita atas penerimaan yang lapang. J

Sebuah syukur teramat sangat untuk kehadiran kalian atas pembelajaranku tentang hakikat memahami~


Persahabatan atas nama persaudaraan,